Hochwasser With Rapshody 2013

Banjir kanal mungkin adalah sebutan yang tepat untuk mengistilahkan tentang apa yang terjadi kali ini. Curah hujan yang sedang, dengan kontinyuitas sering, manjadikan seluruh air dari sungai-sungai kecil yang bermuara di sungai besar tempat kapal-kapal pesiar sungai ini berlayar meluap dahsyat.
Dalam catatan saya, 2 Juni adalah tangal dan hari dimana saya melihat debit air sungai terlihat keruh, kencang dan pelan tapi pasti meninggi. Krems adalah kota kecil di Austria dimana saya menyaksikan petugas pemadam kebakaran dengan cekatan memasang penahan luapan air sungai di beberapa titik.

HochwasserPasau wochenblatt.de

Akahkah menjadi lebih besar? Adalah pertanyaan saya karena menyaksikan petugas begitu bergegas dengan cepat menyiapkan segala sesuatunya untuk antisipasi banjir. Patroli ambulance, polisi, pemadam dan instansi-instansi terkait hilir mudik membunyikan sirinenya. Saya semakin yakin ketika dengan mendadak kapal saya memutuskan untuk menuju Wien, Austria. Padahal tujuan kami semula adalah Passau, Jerman. Dan semakin yakin akan keadaan yang akan terjadi setelah menyaksikan beberapa kali Sun-Deck kapal kami terpaut beberapa centi saja dengan jembatan yang kami lewati bawahnya. Dan Stay di Wien!

HochwasserPasau aargauerzeitung.ch

1-2 hari sambil menghabiskan sisa cruise, tiap saat kami menyaksikan ketinggian air yang selalu meningkat. Di tambah hujan  yang kadang datang dan pergi, langit tanpa matahari padahal summer.

Berita di TV, Koran, internet mengabarkan keadaan beberapa kota yang mulai terendam air luapan sungai. Banjir ini begitu parah! Beberapa kota di Jerman dan Austria menjadi tempat meluapnya air sungai ini.
Berbagai status FB dan Kicaun Twit dari teman-teman sepekerjaan mengabarkan keadaan masing-masing.
Dan saya bersama Amadeus Rapshody terpaksa stay di Wien tanpa tamu untuk beberapa hari.

HochwasserPasau heute.at

Sambil menunggu kelanjutan nasib air sungai dan nasib kapal-kapal kami, aktivitas crew adalah “bebersih”. Ya kami bebersih segala sesuatu di department masing-masing, kami bebersih uang kami dengan berbelanja (entah), kami bebersih resah kami dengan menikmati kota di mana kami mengungsi dengan resah.
Dan seluruh crew dari Indonesia yang berlayar di Rhine, Mosel dan Donau menyebutnya “Neng kali ngiseni kendi, dengan air keruh sungai”

HochwasserPasau t-online.de

Semoga segera berlalu, karena kendi-kendi kami menunggu untuk segera di isi!

2 thoughts on “Hochwasser With Rapshody 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s